AirAsia X sedang merancang langkah berani menuju Pantai Timur Amerika Serikat, dengan New York muncul sebagai target utama setelah maskapai itu secara strategis mengembalikan layanan ke Britania Raya.
Hanya beberapa hari setelah membuka pemesanan untuk rute barunya ke London Gatwick, pelopor low-cost jarak jauh itu memberi sinyal bahwa "hub virtual"nya di Timur Tengah akan menjadi landasan penting untuk loncatan trans-Atlantik.

{{AD}}
Jembatan Bahrain ke Belahan Barat
Inti dari ekspansi ini adalah penetapan Bahrain sebagai hub global pertama AirAsia X di luar Asia Tenggara.
Dengan memanfaatkan hak lalu lintas kebebasan kelima, maskapai berencana menghubungkan jaringan besar ASEAN ke Eropa, Afrika, dan pada akhirnya Amerika Utara.
Strategi "satu henti" ini memungkinkan maskapai melewati batas jangkauan armada saat ini sambil mempertahankan struktur biaya rendah yang menjadi ciri merek tersebut.
Tony Fernandes, salah satu pendiri Capital A dan penasihat kunci untuk ekspansi ini, menjelaskan visi yang lebih luas dalam konferensi pers baru-baru ini di Manama:
"Rencananya adalah memiliki banyak penerbangan setiap hari dari ASEAN ke Bahrain, dan dari Bahrain, kami akan membangun sebuah maskapai yang akan terbang ke seluruh Afrika dan Eropa."
Langkah menuju New York kemungkinan akan mengikuti model serupa, dengan kemungkinan menggunakan singgah di Eropa atau Timur Tengah untuk menjembatani jarak sekitar 8.000 mil dari Kuala Lumpur.
{{REC}}
Evolusi Armada dan Masa Depan Narrowbody
Dalam perubahan strategi yang mengejutkan, AirAsia X baru-baru ini mengumumkan pembatalan pesanan Airbus A330-900neo yang tersisa.
Sebagai gantinya, maskapai beralih ke armada narrowbody efisiensi tinggi, termasuk Airbus A321XLR.
Pesawat-pesawat ini diperkirakan akan menjadi tulang punggung fase ekspansi berikutnya, menyediakan jangkauan dan ekonomi yang diperlukan untuk mempertahankan rute jarak jauh dengan kepadatan penumpang yang lebih rendah dibandingkan widebody tradisional.
Bo Lingam, Group Chief Executive Officer AirAsia X, menekankan pentingnya peluncuran kembali ke London sebagai pendahuluan bagi tujuan global ini:
"Kembalinya kami ke London menandai tonggak penting bagi AirAsia X dan kami sangat antusias memulai operasi kami di London Gatwick bulan Juni ini. Rute harian baru ini akan memungkinkan pelancong dari Inggris untuk terhubung secara mulus dan terjangkau ke Bahrain, ASEAN, dan seterusnya melalui konektivitas Fly-Thru kami yang luas yang mencakup lebih dari 130 destinasi di seluruh dunia."

{{AD}}
Jadwal Operasi
Saat maskapai bersiap untuk debutnya di London Gatwick pada Juni 2026, jadwal penerbangan awal telah diselesaikan. Operasi-operasi ini menjadi cetak biru bagi layanan New York yang diproyeksikan, yang menurut analis industri diharapkan diumumkan akhir kuartal keempat 2026.
| No. Penerbangan | Rute | Waktu Keberangkatan | Waktu Kedatangan | Durasi | Hari Operasi |
|---|---|---|---|---|---|
| D7 001 | Kuala Lumpur (KUL) – Bahrain (BAH) | 22:00 | 00:40 (+1) | 7h 40m | Harian |
| D7 001 | Bahrain (BAH) – London Gatwick (LGW) | 02:25 | 07:25 | 8h 00m | Harian |
| D7 002 | London Gatwick (LGW) – Bahrain (BAH) | 10:25 | 18:55 | 6h 30m | Harian |
| D7 002 | Bahrain (BAH) – Kuala Lumpur (KUL) | 20:55 | 09:55 (+1) | 8h 00m | Harian |
Dengan tarif promosi untuk rute London mulai serendah RM199 ($42 USD) untuk pemesanan awal, AirAsia X sedang agresif merebut kembali wilayahnya di sektor anggaran jarak jauh. Jika koridor Bahrain-London terbukti sukses, loncatan menyeberangi samudra ke New York JFK atau Newark tetap menjadi batas terakhir dalam upaya maskapai untuk menjadi maskapai biaya rendah global sejati pertama di dunia.
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
RUTE AirAsia X Airbus A321XLR Jarak Jauh London GTW New York Perjalanan Penerbangan RuteRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »